MOVIE

Ingin menonton film-flim terbaru atau mencari film-film lama? Klik disini

Tampilkan postingan dengan label uneg-uneg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uneg-uneg. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Juni 2016

Antara Peraturan dan Keimanan di bulan Ramadhan

Baru baca berita tentang penggerebekan warung makan oleh Satpol PP, dimana dagangannya disita dan pemilik warung sampai menangis memohon dagangannya tidak dibawa pergi.... hmmm dibawa kemana dan bakalan dimakan siapa ya masakan itu??..mana masakannya baru mateng dan banyak lagi... eh..restoran besar di mall yang buka siang hari...di grebek juga gak ya?

Udah benar yang dilakukan petugas Satpol PP tersebut yaitu menerapkan peraturan, tapi pedagang itu juga sudah benar berjualan demi memenuhi tanggungjawab berkeluarga. Yang masalah disini adalah peraturannya dan cara berfikir yang buat peraturannya, apakah penting banget disaat bulan puasa begini, dilarang orang berjualan makanan siang hari? Sebenarnya cukup hanya disuruh  jangan terlalu menyolok dan terbuka sebagai rasa menghormati bulan Ramadhan.

Menurut saya...ini menurut saya yaa... berpuasa di bulan Ramadhan itu adalah kewajiban individu terhadap agama yang dianutnya yang dikerjakan bersama2 dibulan Ramadhan... sekali lagi KEWAJIBAN INDIVIDU DALAM BERIBADAH. Saya hanya berpikir, alangkah tidak bijaksananya saat kita menginginkan khusuk dalam beribadah  tapi disaat bersamaan kita merugikan orang lain. Pedagang silahkan saja bebas ingin berjualan apa tidak,itu semua tergantung keimanan dan ketaqwaannya saja, seperti rumah makan padang yg kebanyakan tutup selama bulan puasa, tanpa paksaan. Sementara kita yang menjalankan ibadah puasa...ya harus kuatlah menahan lapar dan haus tanpa disuruh tutup warung nasi segala. kalau imannya kuat dan yakin sama pahala yg bakal didapat, gakda masalah makanan ada didepan mata.

Intinya begini... Tidak boleh ada pemaksaan untuk menghormati orang berpuasa atau bulan puasa dengan merugikan orang lain, karena ini menyangkut soal keyakinan individu dan Tuhannya... Jadii... peraturan boleh dibuat tapi jangan lebay dalam pelaksanaannya... itu aja sihh... cuma miriiiss

Rabu, 10 Desember 2014

Postingan pertama di tahun 2014

Akhirnya, rinduku terhadap blogku ini tersalurkan sudah, aku membukanya, walau paswordnya hampir lupa . Untung aku suka makan sayur, jadi paswordnya ingat kembali hehehe....gakda hubungan kalee

Seperti biasa, kalau dah lama gak berjumpa, kaku banget berhadapan dengan halaman kosong untuk menulis kembali, seperti jumpa mantan yg dah lama gak ketemu tatap tatapan, menunduk, menoleh lagi, tarik nafas panjang, mennduk lagi, menatap lagi, mengadahkan muka ke langit langit, meremin mata, mengingat2 apaaaa yg mau di omongin akhirnyaaa.... jemaripun bergerak cepat, menari diatas tuts keyboard, mulai menulis apa yang ada di kepala saat ini, kayaknya gak berguna banget sih, cuma curhat aja rindu sama blog hehehe.... ahaiii...

okeylah kalau begitu, yang penting sudah melepaskan rindu, besok akan dilanjutkan dengan kencan yang lebih terarah,berisi, cerdas, tajam setajam silet.

#postingan pertama setelah 2012.

Kamis, 02 Februari 2012

Pajak 10 Persen Untuk Warung Makan Termasuk Warteg

Sejak tahun 2010 Dinas Pajak berusaha mengenakan Pajak 10 Persen Untuk seluruh Warung Makan Termasuk Warteg, oalaaahhhh .... rajin sekali ya pemerintah mencari sumber pajak, gak pandang bulu .... dan pajak yang dikumpulin untuk apa yaaaa ...

Akhir Desember 2011 lalu ini, disyahkan lagi Peraturan Daerah nomor 11 tahun 2011 dan yang terkena pajak adalah Pengusaha warung makan yang besaran omzetnya sebesar Rp 200 juta per tahun atau sekitar Rp 16 juta per bulan atau 550 ribu/hari. Peraturan ini diberlakukan mulai Januari 2012 ... ckckck ....

Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta, Iwan Setiawandi mengatakan, keputusan ini didapat setelah dilakukan pembahasan antara Badan Legislasi Daerah (Balegda) DPRD DKI dan rapat kerja Komisi C DPRD DKI bersama pihak eksekutif dan koperasi warteg (Kowarteg). Perda baru itu sudah disetujui Kementerian Dalam Negeri dan sudah dievaluasi Kementerian Keuangan .

Eittsss .. tapi tenang dulu ... Peraturan ini sudah dibawa ke MA untuk Uji Materi. Kalau nanti MA menyetujui dan telah keluar fatwa MA, maka akan menggugurkan perda tersebut. Sambil menunggu kita berdoa aja ya ....

Maunya saya ya ... ini maunya saya .... pemerintah lebih punya perasaanlah ... yang membuka usaha warteg inikan umumnya modal kecil, walaupun yang punya omset besar juga ada, tapi lebih banyak yang omsetnya pas2an tuk bayar karyawan, sewa tempat dan putaran modal! Apalagi dengan banyaknya warung-warung kecil ini, beban pemerintah tuk menyediakan lowongan kerja sedikit berkurang, soalnya tiap warung ini pasti punya karyawan .

Pusiinnggg .... ngamen ditangkapi ... jualan di jalanan ditangkapi .... mau sewa toko gak punya uang .... cari kerja gak ada lowongan .... buka usaha makanan kecil2an di pajaki .... terus uang pajaknya dipakai buat nambah daftar koruptor dan senang2 pejabat, waduuhhh .... jadinya mau ngapain lagi nih ...

Ya udahlah ... aku kesel nih... kan aku baru aja buka warung makan ckckck ....

Selasa, 03 Juni 2008

Awas Makan Gorengan Pakai Minyak Campur Plastik !!

Nah... ini yang paling gila! Gorengan yang enak, gurih, empuk..puk..puk... itu ternyata... digoreng pakai minyak yang ditambahi plastik. Itu minyak dipanasi udah itu plastik putih mirip pembungkusnya dimasukin kedalam minyak panas 2 lembar, jadi dah... minyak goreng kolaborasi dengan pelastik mengoreng apa aja yg enak digoreng kemudian di jual lalu kita beli dan kita makan, lalu ngendap dah dibadan kita itu pelastik nyasar!!

Itu penjual gorengan perlu disekolahin yang tinggi biar dia tahu akibat orang makan gorengannya, kita bisa kena kanker. Minyak yang berulang dibuat menggoreng aja bisa buat kanker apalagi ditemani ama plastik! Kualat itu pedagang gorengan yang berbuat begitu.

Emang sih, gak semua penjual gorengan melakukan praktek begitu, tapi kasian juga kan pedagang gorengan "aliran putih" yang terkena getahnya. Orang pada takut beli gorengan, gara gara ulah gorengan "aliran sesat" itu.

Emang dunia semakin edan, eh.. manusianya yang edan ya, kreatif kok keterlaluan. Emaknya ngidam apaaa yaa waktu hamil dia ???? Kalau pedagang gorengan itu ketangkap, udah kawini aja dengan kambing!!!!

Sumber : Berita televisi.

Minggu, 11 Mei 2008

Telepon Hantu VS Telepon murah

Saya dapat telepon dari adik saya bahwa, kakak saya di Aceh memperingati saya untuk tidak menerima telepon yang tidak dikenal, karena sekarang sedang beredar "telepon Hantu" yang kalau berdering monitor Handpone kita bisa berubah jadi warna merah dan yang menerima telepon akan meninggal dunia.

Kakak saya "bilang" di Aceh dan Jambi sudah geger dan ada korbannya, sementara adik saya juga jadi ikut-ikutan serem, katanya.

Kalau saya berpikiran positif aja soal telepon hantu tersebut, kalau telepon tersebut bisa mencabut nyawa orang, yach... hitung-hitung meringankan kerjaan malaikat pencabut nyawa (Izrail) he...he..he....! Ntar yang "bantuin malaikat tersebut" bisa dapat bonus dicabut nyawanya 2 kali terus dapat tiket gratis untuk sekali jalan ke Neraka sekalian nginap selamanya di situ, enakkan??!

Nah, tadi pagi saya nonton TV ada berita soal telepon hantu tersebut yang ternyata orang yang ingin buat teror tersebut udah diketahui. Katanya warna merah di Handphone tersebut karena sinar Infra merah yang dikirim melalui Bluetooth. ( Gak ngerti Deh !!! )

Itulah enaknya punya handphone murah, gak pake bluetooth... jadi gak bisa dijailin orang he...he...he....

Cuma sayang aja ya, orang yang kreatif begitu kok di "dunia negative" mencurahkan kekereatifannya, coba di "dunia positif" pasti deh banyak orang yang mendoakan dia kalau meninggal masuk Surga. Setuju kan ??!!!

Jumat, 28 Desember 2007

BCA UNTUK SIAPA?

Pagi-pagi saya berangkat dari rumah dengan hati yang senang, karena hari ini saya akan membuka rekening baru di bank disamping rekening yang memang telah ada saat ini. Rekening baru tersebut untuk tabungan masa depan yang dananya akan saya sisihkan dari pendapatan saya dan tidak akan saya kotak katik sampai jumlah tertentu. Pilihan saya jatuh ke bank BCA, mengingat rekening yang lama BCA juga jadi gampang transfernya.

Setelah ambil nomor dan antri, saya langsung membicarakan maksud saya untuk membuat rekening baru,maka terjadilah dialog sebagai berrikut :

Petugas : Ibu punya telepon rumah?
Saya : oh...tidak, saya pakai telpon flexi dan Gsm
Petugas : Ibu tidak bisa buka rekening kalau tidak punya telpon rumah.
Saya : Fleksi saya juga abudemen dan produk telkom, memang kenapa,mbak?
Petugas : tidak bisa bu, syarat buka tabungan harus punya telepon rumah.
Saya : Saya bukan mau ambil fasilitas kredit, saya mau nabung(saya keheranan)
Petugas : Iya ibu, tapi ibu tidak bisa kalau tidak ada telpon rumah, atau ibu punya saudara atau tetangga yang punya telepon rumah? nah nomor itu saja yang ibu cantumkan (Saran petugas)
Saya : sama aja dengan bohong kalau nomor telpon tetangga atau saudara yang saya cantumkan, memang untuk apa harus pakai telpon rumah?
Petugas : Manatau ibu menang undian dari BCA, ibu gampang di hubungi, kalau telpon lain akan mudah diganti-ganti,jadi kami kesulitan nanti untuk hubungi ibu.
Saya : Telpon rumah kalau gak dibayar juga diputus ( keheranan saya menjadi kejengkelan ) Lagian saya abudemen, masak diganti-ganti nomornya?
Petugas : ma'af ibu, saya tidak dapat membantu.Ibu tidak bisa buka rekening disini kalau tidak mempunyai telpon rumah, maaf bu!

Akhirnya saya keluar dari BCA dengan kejengkelan, saya mau nyimpan uang aja susah.Saya tidak mengerti kenapa BCA memilih orang untuk menabung berdasarkan punya telpon rumah atau tidak, padahal jaman sekarang banyak orang yang tidak punya telpon rumah karena telpon yang lain banyak pilihan, malahan telkom sendiri ikut memasarkan telepon yang tidak berkabel.Pengalaman saya membeli rumah diperumahan daerah Pondok gede, kita ramai ramai hampir seratus Kepala Keluarga mengajukan permohonan untuk pemasangan telepon rumah ke Telkom, tapi pihak telkom menyatakan untuk saat ini mereka tidak memasarkan telpon berkabel dan saat ini sedang memasarkan Fleksi home. Nah...berdasarkan ini, bakalan banyak calon nasabah BCA yang ditolak untuk menjadi nasabah, memang BCA tidak rugi nasabahnya tidak nambah ? lalu BCA UNTUK SIAPA???

Jumat, 21 Desember 2007

Hasil belajar satu semester anakku

Mulai Juli 2007 anakku mengikuti pelajaran dikelas 7 SMP ( dulu kelas 1 SMP) dan SMPnya adalah salah satu SMP Favorit di kotaku. untuk masuknya waduh... nilainya harus tinggi. Saingannya banyak sekali. Untung anakku lumayanlah otaknya dan diterimalah dia dengan mulus dengan nomor urut bagian atas. Saat mengantarnya aku juga merasa bangga, apalagi saat aku melihat jejeran piala didinding dalam sekolah yang berjejer dalam lemari kaca, mulai dari lantai sampai mentok ke langit-langit ruangan dan dari dinding pintu masuk sampai ke dinding berikutnya. Benar-benar sekolah pilihan anakku sangat berprestasi dan aku berharap suatu saat nanti ada sumbangan piala dari prestasi anakku ikut berjejer disana,mudah-mudahan.

Sebulan dua bulan sampai tiga bulan aku tunggu acara pertemuan pihak sekolah dengan orang tua murid baru untuk penjelasan program sekolah yang pastinya orang tua murid baru tidak pada tahu, eh... baru bulan lalu dipanggil untuk pertemuan dengan materi yang sangat membingungkan orang tua dan murid. Orang tua dituntut untuk memperketat pengawasan pada anak masalah belajarnya dirumah dan harus menambah atau memberi les pada anaknya . itu bagus, tapi saat aku minta partisipasi pihak sekolah untuk mengadakan les disekolah (bayar lho ) pihak sekolah menolak dengan segala macam dalih. aku melihat sekolah tidak mendukung untuk penambahan kwalitas murid, semua diserahkan keorang tua. Kata mereka, kurikulum sekarang menempatkan mereka hanya sebagai mediator saja. Bayangkan anak anak diberitugas tapi tugas itu tidak ada di buku, mereka kebingungan memecahkan masalahnya dan akhirnya orang tua yang sibuk kesana kemari ikut nyelesaiin tugas anak.

Aku ingat sewaktu aku sekolah dulu, orangtuaku tidak tahu apa-apa masalah pelajaran sekolah mereka hanya cari duit dan melengkapi keperluan sekolahku, tahu- tahu anaknya dah tamat aja sekolah. Jadi orang tua murid sekarang malah ikut sekolah.Jadi murid juga sangat kasihan, pulang sekolah langsung pergi les. Pergi pagi pulangnya sore, setiap hari, barulah bisa mengejar nilai yang ditetapkan pemerintah untuk kenaikan kelas atau kelulusan. Lha.. yang ada duit untuk ngelesin anaknya sekolah, yang makan aja susah bagaimana mau les?. Kalau begini yang hebat murid sama orang tuanya bukan sekolahnya dong! pantas piala yang berjejer begitu banyak tidak ada satupun sumbangan dari prestasi pelajaran misal juara matematika, juara pidato bahasa inggris, semua extrakulikuler semisal : gerak jalan, dance, taekwando, paskibra. Kalau untuk kegiatan Eskul...pihak sekolah sangat mendukung, kenapa untuk mata pelajaran pihak sekolah tidak mendukung? Bukankah sekolah bangga jika tingka kelulusan anak tinggi? Gak tau deh!

Saat nilai anak saya ditangan, saya langsung berpikir untuk banting tulang cari uang buat biaya les beberapa mata pelajaran. Ditangan saya juga ada brosur bimbingan belajar yang biayanya jutaan, waduhhh...... mau pintar harus banyak duit. Sekolah sih gratis, tapi cara belajar sekarang gak gratis. Ada gak ya... orang-orang pintar yang berhati mulia, mau menyumbangkan ilmunya buat orang-orang gak mampu dengan mendirikan les-les gratis atau bayar tapi tidak mahal?
Semoga keinginan saya ini ada yang mendengarkannya dan banyak anak Indonesia yang pintar bahasa inggris, matematika dan lain-lain sehingga tingkat kelulusan anak sekolah bisa maksimal.

Rabu, 28 November 2007

I love bahasa Inggris

Anak saya namanya Ryu kelas dua sekolah dasar pulang sekolah dengan cemberut mendatangi saya,
Ryu : Ibu….. iyu sakit kepala nih.
Saya : kenapa sayang….?
Ryu : Tadi ada pelajaran baru di kelas… Bahasa Inggris, bu!
Saya : enak dong bisa ngomong inggris
Ryu : tapi iyu jadi sakit kepala, masak bu.. nulisnya lain bacanya lain artinya juga lain, bu!
Saya : misalnya apa…. Ayo !
Ryu : misalnya mau bilang satu, nulisnya one bacanya wan, bu! Iyu malas ah
kalau belajar bahasa inggris!

Saya jadi tertawa terpingkel-pingkel mendengar omongan anak saya. Bahasa Inggris memang merepotkan bagi masyarakat yang bukan memakai bahasa tersebut dalam kesehariannya. Memang zaman menuntut kita untuk atau harus mempelajari bahasa diluar dari bahasa kita sehari hari bukan hanya bahasa inggris saja, hanya kebetulan untuk pendidikan di Indonesia populernya disekolahan bahasa inggris yang jadi pilihan. Dunia pendidikan sangat mendukung agar bahasa inggris “merakyat” dengan memasukkan pelajaran ini menjadi penentu kelulusan bagi pelajar SMP dan SMU sederajat(untuk SD belum dibuat peraturannya, entah tahun depan), dengan kata lain walau anak sepintar apapun dibidang mata pelajaran lain kalau bahasa inggrisnya tidak mencapai angka yang ditentukan pemerintah maka….. wassallam!

Banyak anak menangis karena tidak lulus gara gara bahasa si bule ini.wes..ewes ..ewes… bablas… impiannya!!! Kenapa?????? Menurut saya…. Ini menurut saya ya… emak-emak beranak dua yang masih sekolah nih…..peraturan pemerintah bagus!! Maksud pemerintah bagus!!! Tujuan pemerintah bagus!!! Misi dan visi pemerintah bagus!!!tapi…..pelaksanaannya tidak bagus!!! Mosok pelajaran yang begitu penting hanya ada satu kali dalam seminggu.Cuma 1 kali masuk itupun kalau gak dipotong gurunya tidak hadir, rapat guru,cuti bersama, dllnya. Waduh…. Anak saya sampai tukar bola mata jadi biru juga gak bisa juga pintar bahasa inggris.Mana cara mengajar sekarang beda ama dulu, ngerti gak ngerti itu murid guru harus melaju melanjutkan lembaran berikutnya. 

Terpaksalah saya yang ngalah…. Habis dah jatah luluran saya, uangnya buat bayar les bahasa inggris sama ongkosnya, eh…. Wahdahladah….. yang ngajar di tempat anak saya les ternyata guru bahasa inggrisnya di sekolah. Dengan guru yang sama tapi pembayaran yang tidak sama anak saya mulai pintar bahasa inggris walaupun tuk kelulusan saya masih ketar ketir juga. Untuk kelulusannya saya juga harus memasukkannya ke bimbingan belajar khusus kelas akhir, waduh…. Bayarnya ya…. Biaya bedak,lipstick,salon nyaris dipangkas habis.

Waduh….. hitam hitam deh saya….gak luluran mana pakai bedak baby untung saya gak sampai makan sirih untuk memerahkan bibir. Waduhhh…. Bahasa inggris…..I love you !!!
Tengah malam,27 November 2007

Ingin menonton film-flim terbaru atau mencari film-film lama? Klik disini